Pemain Bola Legendaris yang Pernah Kita Tahu.

Pemain Bola Legendaris yang Pernah Kita Tahu

Empat pemain besar yang berhasil mengukir namanya dalam sejarah lapangan hijau. Bagaimana seseorang pantas disebut sebagai legenda sepak bola? Umumnya mereka ialah “nyawa” dari sebuah tim, yang berkontribusi tak hanya dari sisi sumbangan gol dan jumlah penampilan melainkan pun performa terbaik serta kepiawaiannya dalam mengubah si kulit bundar. Jiwa kepemimpinan serta attitude yang dimilikinya pun menjadi poin penyokong yang vital.

Sebab, mereka ialah ikon yang mewakili dan membawa nama besar kesebelasan yang dibelanya dengan hormat. Legenda sepak bola adalah seseorang yang sukses mengukir namanya di kitab sejarah lapangan hijau tak melulu dalam rekor sebagai kesuksesan individu namun pun untuk keberhasilan sebuah tim. Sejak mula diinisiasi di tahun 1930, Piala Dunia telah mencetuskan sosok-sosok bertalenta yang sampai kini dikagumi oleh dunia. Berikut ialah beberapa nama legenda sepak bola yang minimal Anda butuh ketahui.

1. Pele

pele

Edson Arantes do Nascimento, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pele, bermunculan pada tanggal 23 Oktober 1940 di Tres Coracoes, Brazil. Ia memulai karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola saat berusia 15 tahun dengan bergabung di klub sepak bola Brazil, Santo, di mana Pele mencetak empat gol di laga debutnya.

Ia lantas diperkenalkan untuk dunia di Piala Dunia 1958 yang dihelat di Swedia bareng dengan kesebelasan nasional Brazil ketika dirinya berusia 17 tahun, menjadi satu-satunya pemain termuda kesebelasan Samba di ajang tersebut.

Pele menjadi pahlawan ketika Brazil menjadi juara Piala Dunia 1958 guna kesatu kalinya dan menyumbang enam gol tergolong hat-trick pada semifinal melawan Perancis dan menyarangkan 2 gol ketika Brazil bertemu Swedia di final.

Pemain penyerang tersebut berhasil mengantar Brazil pulang juara pada Piala Dunia 1962 dan 1970. Hal ini menjadikannya sebagai satu-satunya pemain dengan tiga juara Piala Dunia. Sepanjang karirnya, Pele sudah mencetak sejumlah 1281 dala 1363 pertandingan, tergolong 77 gol guna Brazil.

Julukan Perola Negra atau Black Pearl pun diserahkan padanya berkat kehebatannya. Dan Pele, sampai saat ini, dikenal sebagai pemain terbesar sepanjang masa. Sang legenda menyelesaikan karirnya pada tahun 1974 di klub spak bola Amerika, New York Cosmos.

2. Diego Maradona

diego maradona

Mungkin Anda terkenang akan ‘Gol Tangan Tuhan’ saat mendengar nama Diego Maradona. Legenda Argentina ini memang erat kaitannya dengan gol kontroversial yang dicetaknya saat melawan Inggris di perempat final Piala Dunia tahun 1986. Alih-alih menyundul bola, ia menembus gawang Inggris memakai tangan kirinya dan tak terdapat wasit yang membatalkan gol tersebut.

Maradona pun dikenal sebab gol spektakulernya di pertandingan yang sama ketika ia sukses menggiring bola seorang diri melalui empat pemain Inggris dari tengah lapangan sebelum menyarangkannya ke gawang Inggris, membawa Argentina lolos ke semifinal.

Pemain kelahiran Buenos Aires itu menjadi pemain termuda skuad Argentina saat ia mengawali debut sebagai pemain profesional di umur yang masih muda, yaitu 16 tahun. Sepanjang karirnya bareng Argentina, Maradona sudah bermain sejumlah 91 kali dan melesakkan 34 gol.

Namanya terdaftar dalam FIFA Player of the 20th Century bareng Pele. Maradona pensiun sebagai pesepakbola di tahun 1997. Ia lantas sempat menjadi pelatih kesebelasan nasional Argentina pada November 2008 sampai Juli 2010.

3. Sir Bobby Charlton

sir bobby charlton

Sir Robert Charlton CBE, atau lebih dikenal dengan nama Bobby Charlton, ialah salah satu legenda besar sepak bola kesebelasan nasional Inggris dan klub Manchester United. Karir sepak bola kesatunya bermula saat Charlton bergabung bareng The Red Devils di umur ke-15, sementara debutnya bareng tim nasional Inggris berawal di tahun 1958.

Gelandang serang kelahiran tahun 1937 itu menjadi satu-satunya pemain Inggris yang berpartisipasi dalam empat turnamen Piala Dunia, yaitu pada tahun 1958, 1962, 1966, dan 1977. Bahkan, ia menjadi pemain kunci ketika Inggris menaklukkan Jerman Barat dan kemudian terbit sebagai juara Piala Dunia 1966.

Pada tahun yang sama, ia pun memenangkan Ballon d’Or, suatu penghargaan tahunan untuk pesepakbola terbaik. Charlton sudah mencatatkan namanya dalam 106 pertandingan bareng Inggris, menyumbangkan 49 gol dan menjadi top scorer kedua The Three Lions sampai saat ini sesudah Wayne Rooney. Di tahun 1973, Sir Bobby Charlton menyimpulkan untuk gantung sepatu di klub yang sama ketika ia memulai karirnya.

Manchester United menyerahkan penghormatan baginya dengan membina stand di sisi unsur selatan stadion Old Trafford. Patungnya berdiri megah bareng George Best dan Denis Law di depan stadion Manchester United dan familiar dengan sebutan The United Trinity. Tak ketinggalan, namanya pun terdaftar dalam England Football Hall of Fame 2002.

4. Zinedine Zidane

zenite ziidane

Jika Maradona seing dikaitkan dengan gol kontroversialnya yang terkenal, Zinedine Zidane mudah dikenang akan aksinya mengerjakan head-butt terhadap Marco Materazzi di Piala Dunia 2006 ketika Perancis bertanding melawan Italia.

Ia juga harus terbit lapangan dengan kartu merah dan merelakan Italia menjadi pemenang. Terlepas dari kejadian ini, Zidane adalahikon sepak bola Perancis yang layak dikagumi. Mantan gelandang yang akrab disapa Zizou itu telah tidak sedikit mengantar klub yang ditungganginya memenangkan sekian banyak penghargaan, baik di Juventus maupun Real Madrid.

Bersama Juventus, Zidane menolong tim Nyonya Tua memenangkan Intercontinental Cup, European Super Cup, dan juara Serie A. Gelar Ballon d’Or juga sukses diraihnya di tahun 1998. Sedangkan bareng Real Madrid, pemain keturunan Aljazair ini memenangkan Liga Champions di musim kesatunya tahun 2001/02 dan membawa pulang penghargaan UEFA Best Player.

Di laga internasional bareng tim nasional Perancis, Zidane pun mempunyai rekor tersendiri. Les Bleus menjadi juara guna kesatu kalinya di Piala Dunia 1998 berkat dua gol yang disarangkannya ketika melawan Brazil. Zidane juga disambut sebagai pahlawan Perancis.

Selepas karirnya sebagai pesepakbola, Zidane mengupayakan peruntungan sebagai pelatih klub raksasa yang pernah ia bela yakni Real Madrid di musim 2015/16. Hasilnya? Real Madrid berhasil menjadi jawara La Liga di musim 2016/17 dan meraih trofi prestisius Liga Champions sekitar tiga kali berturut-turut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *